Proses Terjadinya kehamilan setelah Seks

Apakah seks selalu menyebabkan kehamilan? Jawabannya bisa ya dan tidak, tergantung dari beberapa hal yang memnpengaruhinya diantaranya, kesehatan, tingkat kesuburan, intensitas seks yang dilakukan dan lain sebagianya. Untuk mengetahui apakah seorang perempuan akan hamil setelah melakukan seks pertama kali, tidak bisa ditentukan langsung setelah selesai hubungan badan, melainkan ada beberapa proses yang terjadi dalam kehamilan.

Pertama akan dilihat dari tingkat kesuburan wanita. Dari segi medis, titik puncak kesuburan sebenarnya terjadi pada hari ke -14 sebelum haid berikutnya. Tetapi karena haid berikutnya seringkali tidak sama pada setiap perempuan, maka masa subur diperkirakan 3 – 5 hari sebelum dan sesudah hari ke-14 tersebut. Jadi kurang lebih 10 hari di tengah-tengah siklus antara periode haid. Hubungan seks pada masa subur ini dapat menyebabkan kehamilan. Namun demikian masa subur ini sulit diketahui secara pasti. Hal ini disebabkan karena siklus haid perempuan biasanya tidak teratur, sehingga masa subur sulit diketahui secara tepat. Selain itu faktor2 eksternal (gizi, stress, kondisi fisik) juga berperan dalam menentukan siklus haid seseorang.

Lanjut kepada hubungan intim, pada saat hubungan seks (masuknya penis kedalam vagina) sampai terjadinya ejakulasi (keluar sperma antara laki-laki dan perempuan)maka sperma masuk kedalam rahim. Setiap ejakulasi dipancarkan ± 3,5 cc cairan mani yang mengandung ± 100 juta sperma tiap cc-nya. Sperma dapat bertahan 2-3 hari di dalam rongga rahim, sedangkan sel telur (opung) bertahan hingga 12 – 24 jam setelah ovulasi.

Dari berjuta-juta sperma yang masuk, yang berhasil menembus sel telur biasanya hanya satu sehingga sperma lain tidak dapat masuk. Proses ini disebut pembuahan (fertilasi) yang terjadi di dalam bagian saluran indung telur (tuba pallopi yang melebar-pars ampulam). Hasilnya disebut zigot yang kemudian berjalan selama 3 – 5 hari menuju rahim dan melekat pada bagian atas (fundus) rahim. Proses ini disebut nidasi(implantasi). Zigot mengadakan pembelahan sel dan selanjutnya menjadi janin (fetus).

Di dalam rahim, janin akan mendapatkan makanan dari ari-ari (plasenta) melalui tali pusat. Janin dilindungi oleh air ketuban yang berguna untuk melindungi janin dari goncangan luar dan memberikan keleluasaan janin untuk bergerak. Setelah itu bayi akan keluar melalui vagina yang didahului keluarnya sedikit darah/lendir, cairan ketuban dan mules-mules karena kontraksi rahim untuk membuka leher rahim. Proses dari pembuahan sampai kelahiran inilah yang disebut kehamilan.

Bila berlangsung normal, proses kehamilan akan berjalan terus sampai janin berubah menjadi bayi yang siap untuk dilahirkan. Tahap-tahap kehamilan kita bagi menjadi 3 trimester, yaitu trimester pertama, kedua dan ketiga. Trimester pertama adalah trimester yang sangat menentukan karena pada saat inilah pembentukan organ yang vital telah dimulai, termasuk pembentukan dan perkembangan otak. Tapi tentu saja trimester lain pun punya peranan penting dan harus dijaga dengan baik.

0 comments :

Poskan Komentar