Tips supaya sama-sama puas saat Bercinta

Baru main 3 menit udah KO? Tenang.... itu cuma istilah dalam Tinju Mike Tyson zaman dulu, kalau dalam urusan seks tidak seperti itu. Memang fenomena kalah-menang selagi melakukan hubungan suami istri seolah sudah melekat dalam masyarakat. Makanya, tak sedikit suami yang merasa kalah sekaligus bersalah bila dia lebih dulu mengalami ejakulasi, sementara istrinya masih berada dalam taraf pemanasan, atau sebaliknya.

Pertanyaan yang sering muncul akibat fenomena tersebut adalah "Benarkah kaum pria lebih cepat mencapai orgasme?" Kaum pria memang lebih mudah terangsang, sehingga lebih cepat pula mencapai fase puncak. Terutama pria muda usia atau pasangan yang baru menikah, di mana peralihan dari fase normal ke fase puncak umumnya dicapai dalam waktu relatif amat singkat.  Kalau sudah sedemikian terangsang, berarti suami sudah siap melakukan penetrasi yang selanjutnya akan segera diikuti fase ejakulasi.

Sedangkan lebih lambatnya wanita mencapai fase puncak, bisa dipahami mengingat organ-organ seksualnya tidak seluruhnya berada di luar tubuh seperti halnya pada pria. Itulah mengapa pola kehidupan seksual kaum Hawa relatif lebih lambat dibanding kaum Adam. Hanya saja wanita "diuntungkan" dengan kemampuannya untuk tidak segera kehilangan sensasi-sensasi rangsangan yang sudah diperolehnya.

Baik tua maupun muda, umumnya butuh perangsangan berkualitas untuk bisa mencapai fase puncak atau orgasme. Namun, tidak setiap rangsangan berkualitas bisa segera mengantar wanita yang bersangkutan menuju fase puncak. Soalnya, cepat atau tidaknya wanita mengalami orgasme dipengaruhi banyak faktor (baca disini faktor yang mempengaruhi orgasme).

Lalu bagaimana agar hubungan intim bisa diperoleh kenikmatan bersama?  Berikut ini sejumlah tips seputar persiapan yang bisa membantu suami istri memperoleh kepuasan secara bersama-sama:
  • Stamina yang tidak fit akan menyebabkan individu lebih cepat lelah, hingga ingin cepat-cepat menyelesaikan "permainan". Untuk mengantisipasinya, baik suami maupun istri haruslah menjaga kebugaran fisik.
  • Mengingat secara kodrat laki-laki lebih cepat sampai ke fase puncak dibanding wanita, suami dituntut mampu memberikan cumbuan dengan intensitas yang baik. Meskipun ia sudah sangat terangsang, bila istrinya belum memperlihatkan hal sama, sebaiknya tunda dulu penetrasinya.
  • Ejakulasi dini pada pria sering terjadi lantaran emosi yang tidak stabil. Biasanya terjadi pada pasangan yang melakukan hubungan intim dengan waktu yang tidak memiliki pola teratur. Kadang setiap hari, sementara lain kali seminggu sekali, dua minggu sekali, atau malah sebulan sekali. Nah, di waktu-waktu yang merupakan masa penantian panjang tadi, yang bersangkutan sudah sedemikian terangsang, sampai terjadilah ejakulasi dini. Keluhan serupa umumnya juga dialami pasangan pengantin baru yang dorongan seksualnya masih kelewat menggebu-gebu dan belum terampil menahan diri.
  • Lakukan foreplay atau cumbuan pemanasan yang amat membantu kesiapan istri berhubungan intim.
  • Cepatnya ejakulasi pada pria bisa pula terjadi akibat adanya infeksi pada kelenjar "aksesoris" seksual, seperti kelenjar prostat dan vesika seminalis. Infeksi-infeksi tersebut akan meningkatkan kepekaan rangsang si pria, yang lebih lanjut akan membuatnya lebih sensitif, hingga mempercepat terjadinya ejakulasi dini. Yang dapat dilakukan adalah berobat/memeriksakan diri ke dokter.
  • Untuk menurunkan rangsangan, ada beberapa latihan yang dianjurkan. Salah satunya dengan melakukan squeezing therapy , yakni meminta istri "menjepit" kepala penis selama sekitar 20 detik saat suami merasa akan ejakulasi. Dengan cara ini biasanya penis akan sedikit melunak dan hubungan seks bisa diperpanjang. Latihan lain yang juga bisa dilakukan adalah senam Kegel dengan belajar "memotong" dorongan air seni. Latihan ini akan memperkuat otot-otot panggul pria agar dapat menahan ejakulasi. Sedangkan pada wanita, senam ini akan memperkuat otot-otot panggul dan mengencangkan daya cengkeramnya.
  • Bila memang diperlukan, bisa saja mengandalkan bantuan obat. Namun amat dianjurkan, selama bisa melakukan latihan sendiri, kesampingkan dulu obat-obatan. Namun kalau segala usaha telah dicoba dan tetap saja gagal, boleh-boleh saja, kok.
  • Ciptakan komunikasi yang baik di antara suami istri. Dengan demikian ketika salah satu pihak merasa terganggu dengan tingkah laku pasangannya, hal itu bisa segera disampaikan dengan enteng tanpa menyinggung perasaan.
  • Jangan melakukan paksaan dalam bentuk apa pun. Ubahlah segera gaya bercinta bila salah satu pasangan tidak menyukainya.

0 comments :

Poskan Komentar